***
Saya pernah datang ke satlantas untuk membuat sim. Setelah mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan dan uji kesehatan tibalah saya di depan ruang tes/uji teori. Disana saya di panggil oleh salah seorang petugas polisi untuk masuk ke sebuah ruangan berukuran kecil, mungkin 2x3m. Didalamnya ada 2 orang menunggu. satu berbaju putih dengan celana hitam, satunya lagi petugas polisi.Petugas itu bertanya ke saya, saya mau mandiri (dalam uji teorinya) atau dibantu? Mendengar pertanyaan itu, seketika saya jadi deg-degan. Saya tanya "kalau dibantu berapa biayanya?" petugas itu menjawab "320ribu" lemes saya dengarnya. Padahal yang saya baca dari informasi di internet dan di web polantas, untuk membuat sim hanya membayar Rp 100ribu atau 120ribu.
Dan di depan kantor itu ada tulisan yang mengajak untuk menghindari korupsi tapi ternyata di dalam kantor, semua tulisan itu tidak berlaku, hanya tulisan belaka. Saya jawab saya mandiri saja pak. Lalu petugas itu berkata kepada saya seolah menakut-nakuti saya mengenai resiko gagal tes teori kalau mandiri. saya bersikeras untuk mandiri, saat itu saya jawab, uang 320 saya dapat dari hasil bekerja dengan susah payah. Akhirnya saya dipersilahkan keluar dari ruangan itu.
Didepan ruangan uji teori saya ditanya oleh seorang bapak yang duduk di sebelah saya, apa saya dibantu? Saya bilang saya mandiri. Ternyata bapak itu dibantu.
Beberapa lama kemudian orang-orang yang ada dipanggil masuk. Yang tersisa hanya saya dan seorang ibu dengan anaknya. Saya tanya, "ibu mau bikin sim?" ibu itu menjawab dia hanya mengantarkan anak perempuannya. Ternyata anaknya mandiri, sama seperti saya. jadi ternyata yang mandiri dipanggil belakangan setelah orang-orang yang dibantu dengan membayar 320ribu itu selesai uji teori. Padahal saya datang pagi di kantor itu sebelum sebagian orang-orang itu datang :'(.
Luar biasa baik bapak-bapak petugas yang terhormat ini. Padahal saya selalu terkagum-kagum dengan penampilan gagah mereka dibalik seragam kerennya. :'(
Setelah orang-orang yang dibantu selesai uji teori, saya dan anak perempuan ibu itu dipanggil untuk tes di ruang uji teori. Hasilnya gagal dan tidak ada penjelasan dari petugas dimana jawaban kami yang salah dan yang benar, ketika saya tanya, "ini memang sudah aturannya begitu" katanya.
Saya tetap berusaha tersenyum dan menghibur anak perempuan ibu itu dengan berkata, "masih bisa ikut test berikutnya". Namun kami harus mengulang beberapa hari kedepan. Tidak boleh langsung.
Sekedar informasi, saya dan anak ibu ini gagal sampai 4 kali dengan jarak untuk mengulang test sampai satu bulan lamanya. Ibu itu bersikeras tidak ingin mendukung korupsi, saya kasihan dengan anaknya. Berkali-kali datang ke kantor satlantas tanpa hasil. Sia-sia.
Menurut Anda apa test ini fair? Apa tidak ada yang merasa sedang dibodohi dalam ketidakberdayaan kita? Tolong apabila ada pak budi waseso atau pak badrodin haiti baca tulisan ini, mohon diperbaiki sistemnya pak, hidup rakyat sudah sulit, mohon untuk sekedar berusaha tertib dengan membuat surat izin mengemudi tidak dipersulit.
Dan perlu Anda tahu, tidak pernah ada sosialisasi dari kepolisian di tempat kami tentang materi yang ada di test tersebut. oh iya, setiap test kami selalu ditawarkan untuk dibantu dengan nominal pembayaran 320rib. da di test yang ke empat, saya di tawarkan cukup membayar 300ribu.
Ingin rasanya saya melaporkan hal itu kepada kapolantasnya. tapi sepertinya hingga detik ini tidak ada satu orang pun yang merasa dibodohi dengan hal ini.
Untuk bapak polisi, apa bapak tidak malu meminta uang dari anak-anak bapak seperti kami yang bahkan uang kami, kami dapat dari bekerja dengan tertatih2 dan tidak ada jaminan gaji tetap seperti bapak. bahkan mungkin pendapatan kami jauh dibawah gaji bapak. Tolong share info ini bagi teman-teman yang peduli dengan tindakan anti korupsi. :(
Silahkan share cerita ini jika ingin ada perubahan yang positif di tubuh satlantas di negeri kita tercinta ini.
=======================================================================
Kamu peduli dengan dia?
========================================================================

1 komentar:
Kayanya masyarakat terlalu takut dan pengecut untuk mengungkap ini dek. Butuh jiwa-jiwa muda yang tangguh dan bernyali untuk mengungkap ini. Sabar ya. Kakak bantu share deh. Biar bapak-bapak petinggi polri bisa baca dan mau membina anak buahnya. Apa2 mahal masa masyarakat masih diperah juga oleh aparat. cape dehhhh
Posting Komentar
Makasi Buat Temen-temen yang udah komentar di blog mia! Jangan lupa nama hihihi